Minggu, 17 Juni 2012

MUSIK KOPLO BUKAN DANGDUT ??


MUSIK KOPLO BUKAN DANGDUT ??



Meskipun secara instrumen, irama serta goyangan sama dengan ciri khas yang ada pada Dangdut namun ada sebagian pihak yang berpendapat bahwa musik koplo itu bukan Dangdut. Begitu juga dengan pendapat si Raja Dangdut itu sendiri yang mengecam musik Koplo menjadi bagian dari Dangdut seperti yang pernah saya singgung di posting Musik Koplo Dikecam Oleh Rhoma Irama. Namun sayangnya para pakar Dangdut termasuk Rhoma tidak membeberkan secara gamblang mengapa musik Koplobukan bagian dari jenis musik Dangdut, mereka hanya memandang dari sudut pelaku Dangdut (penyanyi) saja tidak secara detail. Menurut Rhoma bahwa Dangdut  tanpa goyang itu bukan Dangdut, namun goyangan Dangdut itu mengandung nilai estetis koreografis seperti goyangan ala Camelia Malik, Elvi Sukaesih, Ayu Soraya, Lilis Karlina, Itje Trisnawati yang tidak pernah menimbulkan kontroversi selama berpuluh-puluh tahun berkecimpung di dunia Dangdut.
Yang saya tanyakan apakah karena hanya model goyangan itu yang menjadi pembeda bahwa koplo bukan bagian dari Dangdut?? lalu bagaimana dengan instrumen, irama dan alat musik yang digunakan??. Seharusnya Rhoma Irama menjelaskan secara lebih rinci mengapa musik Koplo bukan bagian dari Dangdut secara instrumen, irama dan alat musik yang digunakan. Rhoma hanya mengatakan bahwa menurutnyamusik Koplo secara pakem menyimpang dari Dangdut, namun tidak menjelaskan lebih detail apa yang dimaksud dengan secara pakem itu. Jika Bang Haji mampu menjelaskan secara lebih jelas, saya yakin semua pihak akan lebih paham  mengapa musik Koplo bukan Dangdut.
Menurut saya musik koplo tetaplah bagian dari Dangdut karena secara instrumen, alat musik, dan iramanya merupakan kembangan dari jenis Dangdut. Hal ini (cabang Dangdut) juga pernah terjadi sebelummusik Koplo lahir, seperti  pop dangdut, rock dangdut, chaca-dut, dangdut remix, ska-dut, reggae-dut, cong-dut dll. Dan jika dibandingkan dengan cabang Dangdut sebelumnya, musik koplo justru lebih lekat dengan ciri khas Dangdut. Kita bisa lihat ketika lagu macam Mas Joko, meskipun dari irama dan nadanya merupakan ciri khas Dangdut, namun instrumen dan alat musiknya berbeda dengan Dangdut, karena tanpa gendang dan suling. Begitu juga lagu Gantengnya Pacarku yang sukses dinyanyikan oleh Ninie Karlina.
Dengan demikian, sebenarnya tidak ada salahnya musik Koplo dijadikan bagian dari musik Dangdut, terlebih itu kreasi asli anak negeri dibandingkan dengan cabang Dangdut lain yang notabene berasal dari genre Pop (pop Dangdut), Ska (Ska-Dut), Reggae (Reggae Dut) yang bukan asli kreasi anak negeri. Jelas, bahwa musik Pop, Reggae, Rock, Ska, Chaca itu bukan kreasi anak negeri. Dan waktu itu juga tidak ada permasalahan atau kontroversi seputar pengelompokkan musik, dan tetap dianggap menjadi bagian dari Dangdut.
Perihal goyangan erotis sensual yang dilakukan oleh penyanyi bukanlah alasan yang tepat untuk menganggap bahwa musik Koplo bukan bagian dari Dangdut, karena sebelum musik Koplo lahir goyangan erotis sensual penyanyi Dangdut juga sudah terjadi, namun karena teknologi informasi (Televisi dan internet) saat itu masih terbatas jadi tidak terlalu menimbulkan kontroversi di masyarakat. Semua itu kita kembalikan pada pelaku Dangdut itu sendiri khususnya para penyanyi dalam hal goyangan. Jika karena goyangan erotis sensual penyanyi, musik Koplo dianggap bukan Dangdut, lalu bagaimana jika penyanyinya bergoyang secara estetis koreografis ala Camelia Malik, Lilis Karlina dan Itje Trisnawati apakah musik Koplo tetap dianggap bukan Dangdut, dan bagaiamana pula jika penyanyi Dangdut klasik non-koplo bergoyang erotis sensual, apakah masih dianggap sebagai bagian dari Dangdut atau bagian dari musik Koplo padahal irama, nada dan alat musik yang digunakan merupakan ciri khas Dangdut.
Namun juga kurang tepat jika musik Koplo dianggap merupakan bagian dari Dangdut karena memiliki kesamaan alat musik. Mungkin benar, jika dilihat dari sisi alat musik yang digunakan boleh saja antara musik Koplo dan Dangdut itu memiliki persamaan seperti halnya genre lain  ada reggae, ada Ska, ada Rock, ada Pop, ada Blues dan lainnya dimana alat musik utamanya adalah Drum, Gitar, dan Bass. Oleh karena itu saya kira Lebih tepat jika musik Koplo dianggap bukan Dangdut jika irama yang dimainkan sangatlah berbeda dengan Dangdut, seperti halnya genre  tersebut, namun memiliki irama yang berbeda seperti antara genre Pop dan Rock sangatlah berbeda iramanya meskipun memiliki alat musik pokok yang sama yaitu drum, gitar dan Bass. Lalu yang membingungkan adalah grup musik milik Ridho Irama, Sonet-2 yang merupakan Ide dari Bang Haji sendiri, termasuk ke dalam genre apa grup musik sonet-2 itu? dikategorikan Dangdut, iramanya berbeda dan tanpa seruling, dikategorikan bukan Dangdut, lagu-lagu yang dibawakan merupakan lagu Dangdut lawas yang dirilis ulang. 
Bagi sebagian masyarakat, mereka mungkin tidak peduli dengan permasalahan dan kontrovesi seputar musik Koplo bukan Dangdut, namun bagi sebagian pelaku Dangdut, mendengar kabar tersebut seakan-akan teriris hatinya karena merasa seperti "seorang anak yang tidak diakui oleh ayahnya sendiri  karena tidak mematuhi apa yang diinginkan oleh ayahnya, padahal secara biologis dia adalah tetap anak dari ayah tersebut. Selain itu, untuk saat ini, musik Koplo-lah yang secara tidak langsung menjadi sumber penghidupan sehari-hari bagi mereka (termasuk saya) dan musik Koplolah yang sedang laku saat ini, meskipun secara pribadi, saya sendiri kurang sreg dengan irama dalam musik Koplo, namun bukan lantaran karena persoalan goyangan melainkan karena saya kurang bisa menikmati permainan iramanya saja jadi tidak bisa meresap di hati dan juga bukan karena terpengaruh pendapat Rhoma bahwa musik Koplo bukan Dangdut

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar